all about my task




Tuesday, October 14, 2014

Etika Bisnis



Tanti Tri Setianingsih
27211023
4EB09

LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI ETIKA

Etika pada dasarnya adalah standar atau moral yang menyangkut benar dan salah, serta baik dan buruk. Dalam kerangka konsep etika bisnis terdapat pengertian tentang etika perusahaan, etika kerja dan etika perorangan, yang menyangkut hubungan-hubungan sosial antara perusahaan, karyawan dan lingkungannya. Etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya (misalnya dengan perusahaan lain atau masyarakat setempat), etika kerja terkait antara perusahaan dengan karyawannya, dan etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.

Perilaku etis yang telah berkembang dalam perusahaan menimbulkan situasi saling percaya antara perusahaan dan stakeholders, yang memungkinkan perusahaan meningkatkan keuntungan jangka panjang. Perilaku etis akan mencegah pelanggan, pegawai dan pemasok bertindak oportunis, serta tumbuhnya saling percaya.

Budaya perusahaan memberi kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan perilaku etis, karena budaya perusahaan merupakan seperangkat nilai dan norma yang membimbing tindakan karyawan. Budaya dapat mendorong terciptanya perilaku, dan sebaliknya dapat pula mendorong terciptanya perilaku yang tidak etis.

Kebijakan perusahaan untuk memberikan perhatian serius pada etika perusahaan akan memberikan citra bahwa manajemen mendukung perilaku etis dalam perusahaan. Kebijakan perusahaan biasanya secara formal didokumentasikan dalam bentuk Kode Etik (Code of Conduct). Di tengah iklim keterbukaan dan globalisasi yang membawa keragaman budaya, code of conduct memiliki peran yang semakin penting, sebagai buffer dalam interaksi intensif beragam ras, pemikiran, pendidikan dan agama.

Sebagai persemaian untuk menumbuhkan perilaku etis, perlu dibentuk iklim etika dalam perusahaan. Iklim etika tercipta, jika dalam suatu perusahaan terdapat kumpulan pengertian tentang perilaku apa yang dianggap benar dan tersedia mekanisme yang memungkinkan permasalahan mengenai etika dapat diatasi.

Terdapat tiga faktor utama yang memungkinkan terciptanya iklim etika dalam perusahaan. Pertama, terciptanya budaya perusahaan secara baik. Kedua, terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya (trust-based organization). Dan ketiga, terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai (employee relationship management).

Iklim etika dalam perusahaan dipengaruhi oleh adanya interaksi beberapa faktor, yaitu faktor kepentingan diri sendiri, keuntungan perusahaan, pelaksanaan efisiensi, dan kepentingan kelompok.

Penciptaan iklim etika mutlak diperlukan, meskipun memerlukan waktu, biaya dan ketekunan manajemen. Dalam iklim etika, kepentingan stakeholders terakomodasi secara baik karena dilandasi rasa saling percaya.

Dengan demikian, ketika seorang atasan memerintahkan seorang karyawan untuk melakukan sebuah tindakan yang mereka ketahui salah, karyawan secara moral bertanggung jawab atas tindakan itu jika dia melakukannya. Atasan juga bertanggung jawab secara moral, karena fakta atasan menggunakan bawahan untuk melaksanakan tindakan yang salah tidak mengubah fakta bahwa atasan melakukannya.
KESALING – TERGANTUNGAN ANTARA BISNIS DAN MASYARAKAT

Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya, ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang.

Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, pemberian latihan keterampilan, dll.

KEPEDULIAN PELAKU BISNIS TERHADAP ETIKA

Suatu perusahaan dalam berbisnis tidak hanya bermaksud memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen. Namun mampu menyediakan sarana-sarana yang dapat menarik minat dan perilaku membeli konsumen. Para pelaku bisnis secara umum memiliki kepedulian terhadap masyarakat selain itu juga harus memperhatikan karyawannya agar terjalin hubungan yang berkesinambungan antara pelaku bisnis, karyawan dan masyarakat. Dengan begitu sebuah usaha dapat mencapai tujuannya dan tentunya berkembang pesat.  Misalnya seorang pengusaha harus memperhatikan kesejahteraan karyawan ataupun golongan rendah dan saat hari raya iba, konsumen diberikan hadiah atau bingkisan sehingga akan terus berlangganan dengan kita.
Manfaat perusahaan menerapkan etika bisnis dalam hal ini adalah kinerja perusahaan yang akan bertambah baik dengan didukung dengan karyawan/bawahan yang bermoral dan bertanggungjawab atas sikap dan pekerjaannya serta menaati semua perintah atasan dengan baik.

Dalam zaman informasi seperti ini, baik-buruknya sebuah dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan massif. Memperlakukan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis, adil dan jujur adalah satu-satunya cara supaya kita dapat bertahan di dalam dunia bisnis sekarang.

Adapun manfaat perusahaan dalam menerapkan etika bisnis. Yaitu:

1.     Perusahaan mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
Perusahaan yang jujur akan menciptakan konsumen yang loyal. Bahkan konsumen akan merekomendasikan kepada orang lain untuk menggunakan produk tersebut.

2.    Citra perusahaan di mata konsumen baik.
Dengan citra yang baik maka perusahaan akan lebih dikenal oleh masyarakat dan produknya pun dapat mengalami peningkatan penjualan

3.    Meningkatkan motivasi pekerja.
Karyawan akan bekerja dengan giat apabila perusahaan tersebut memiliki citra yang baik dimata perusahaan.

4.    Keuntungan perusahaan dapat di peroleh.
Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang beretika.

PERKEMBANGAN DALAM ETIKA BISNIS

Diakui bahwa sepanjang sejarah kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis. Namun denikian bila menyimak etika bisnis sperti dikaji dan dipraktekan sekarang, tidak bisa disangkal bahwa terdapat fenomena baru dimana etika bisnis mendapat perhatian yang besar dan intensif sampai menjadi status sebagai bidang kajian ilmiah yang berdiri sendiri.
Masa etika bisnis menjadi fenomena global pada tahun 1990-an, etika bisnis telah menjadi fenomena global dan telah bersifat nasional, internasional dan global seperti bisnis itu sendiri. Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin , ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Di indonesia sendiri pada beberape perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika isnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.

ETIKA BISNIS DALAM AKUNTANSI

Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya telah membuktikan bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan. Banyak orang yang menjalankan bisnis tetapi tetap berpandangan bahwa, bisnis tidak memerlukan etika.


Sumber:
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perilaku-etika-dalam-bisnis/
https://id-id.facebook.com/notes/edypk-thekings-full/manfaat-perusahaan-dalam-menerapkan-etika-bisnis/558908747481138
http://riyanikusuma.wordpress.com/2013/10/30/perilaku-etika-dalam-bisnis/

Wednesday, June 25, 2014

Tugas Softskill ke-4 Bahasa Inggris

Exercise 41: Know/Know How
1.      Know How
2.      Know How
3.      Know
4.      Know
5.      Know How
6.      Know
7.      Know How
8.      Know
9.      Know How
10.  Know How

Exercise 42: Clauses Of Concession
1.      She drank coffe to keep herself warm although she dislike it
2.      Mary will take a plane, in spite of her dislikes for flying
3.      Although Mary was sad because of  losing the contest she managed to smile
4.      We took many pictures despite the cloudy sky
5.      The old woman told interisting stories to the children though her memory was poor
6.      In spite of having been absent frequently, he has managed to pass the test
7.      Nancy told me the secret though she has promised not to do so
8.      We plan to buy a ticket for the drawing even though we know we will not
9.      My daughters insist on going to the movies every Saturday even though the prices are high
10.  He ate the chocolate cake in spite of being on a diet

Exercise 43: Problem Verbs
1.      Liea
2.      Sit
3.      Laid
4.      Rose
5.      Raise
6.      Lay
7.      Lying
8.      Raised
9.      Rises
10.  Set

Mini-test 3 For Grammar Items 21 Through 29
1.      D (but also)
2.      A (he take)
3.      C (know how)
4.      B (speak)
5.      B  (to enter)
6.      Correct
7.      A (in spite of or despite)
8.      B (make)
9.      A (raising)
10.  B (that the officers’ club)
11.  A (to read)
12.  A (know)
13.  C (despite or in spite of)
14.  B (study)
15.  B (practice)
16.  A (studying)
17.  A (sit)
18.  B (that he)
19.  Correct
20.  B (to enter)
21.  A (know)
22.  A (have informed)
23.  C (advertised)
24.  Correct
25.  A (to work)
26.  A (rewrite)
27.  A (divicle)
28.  C (were destroyed)
29.  B (and)
30.  A (risen)
31.  A (whose)
32.  A (in spite of or despite)
33.  A (has been repealed)
34.  B(whom)
35.  C (to raise)
36.  A (which)
37.  C (lie)
38.  A (set)
39.  A (who)
40.  A (despite or in spite of)
41.  A (has been canceled)
42.  C (lying)
43.  A (were discovered)
44.  A (lie)
45.  D ( rewrite)
46.  A (stated he that)
47.  A (in spite of or despite)
48.  A  
49.  B (to raise)
50.  D (able to find)

Mid-test: I. Correct the incorrect sentences
1.      I wish that you could repair my broken computer.
2.      Lintang would rather eat orange than apple.
3.      Brenda prefers go to Berlin than Paris.
4.      She wishes she had come to the party.
5.      This car cost are twenty dollars.
6.      Angel is suppose to studying tonight.
7.      It has rained last night.
8.      Depok’s climate is different from Bekasi’s.
9.      These is twenty-dollars shoes.
10.  Olivia should finish her study.
11.  His car run as fastly as a race car.
12.  Edwin had better become a pilot.
13.  The little boy’s mother bought him a five-speed racing bicycle for his birthday.
14.  Edwin spent an enjoyable vacation in Europe this summer, that he plans to return as soon as he saves enough money.

II. Verb, Adjective, or adverb
1.      Understood
2.      Will accept
3.      Study
4.      Soon
5.      Write
6.      Would have talked
7.      Would have found
8.      Bad
9.      Well
10.  Will give
11.  Would have called
12.  fluent
13.  Sick
14.  Explained
15.  Stay
16.  Fast
17.  More important
18.  As hot as

III. Change Active Sentences into Passive Sentences.
1.      A bowl of bakso ate by me.
2.      The broken computers have been repaired by us.
3.      A new dress was given to me last week by her
4.      English are being studied by them
5.      A lot of letters is sent to me every month by her.
6.      The questions were answered correctly by Brenda.
7.      Mr. Theodorus will called by Mr. Robert tonight.
8.      Your HP should switched off in the rain.


Wednesday, May 14, 2014

Tugas Softskill ke-3 Bahasa Inggris

Tanti Tri Setianingsih
27211023
3EB09

Exercise 35: Passive Voice1. The president is called by somebody every day.
2. The other members are being called by John.
3. The documents were being delivered to the department by Martha.
4. The amandement has been relpeald by other members.
5. The information had been received before the recess by the delegates.
6. The supplies should be bought for this class by the teacher.
7. Mr. Watson will be called tonight by somebody.
8. Considerable damage has been caused by the fire
9. A new procedure was being developed before the bankruptcy hearings begin by the company.
10. The papers will have been received by John tomorrow.

Exercise 36: Causative Verbs1. Leave
2. Repaired
3. Type
4. Call
5. Painted
6. Wrote
7. Lie
8. Send
9. Cut
10. Sign
11. Leave
12. Wash
13. Fixed
14. Published
15. Find

Exercise 37: Relative Clauses
1. The last record which produced by this company became a gold record.
2. Checking accounts that require a minimum balance are very common now.
3. The professor whose you spoke yesterday is not here today.
4. John whose grades are the highest in the school, has received a scholarship.
5. Felipe bought a camera that has three lenses.
6. Frank are who were nominated for the office of treasurer.
7. The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident.
8. Jane is the woman who is going to China next year.
9. Janet wants a typewriter whose self- corrects.
10. This book that I found last week, contains some useful information.
11. Mr. Bryant whose team has lost the game, looks very sad.
12. James wrote an article whose indicated that he diskiled the president.
13. The director of the program whose graduated from Havard University, is planning to retire next year.
14. This is the book that I Have been looking for all year.
15. William whose brother is a lawyer, want to become a judge.

Exercise 38: Relative Clause Reduction
1. George is the man chosen to represent the committee at the convention.
2. All of the money accepted has already been released.
3. The papers on the table belong to Patricia.
4. The man brought to the police station confessed to the crime.
5. The girl drinking coffe, is Mary Allen.
6. John’s wife, a professor, has written several papers on this subject.
7. The man talking to the policeman, is my uncle.
8. The book on the top shelf, is the one that I need.
9. The number of students have been counted is quite high.
10. Leo Evans, a doctor, eats in this restaurant every day. 

Exercise 39: Subjunctive
1. The teacher demanded the student to leave the room.
2. Correct
3. It was very important that we delayed discussion.
4. Correct
5. The king decreed the new laws to take effect the following months.
6. Correct
7. Correct
8. His father prefers him to attend a different university.
9. The faculty stipulated the rule to be abolished.
10. She urged us to find another alternative.

Exercise 40: Inclusives
1. Not only
2. And
3. Both
4. Both also
5. And
6. Not only
7. And
8. But also
9. As well as
10. As well as