all about my task




Friday, December 7, 2012

Review 12: Kesimpulan dan Saran


Analisis Kinerja Keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam Binaan Aceh Micro Finance (AMF) di Kota Lhokseumawe
Oleh :
Darmawati
Jurnal Eksekutif, volume 4, nomor 3, Desember 2007



KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dari hasil analisa yang telah uraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Berdasarkan analisa rasio modal sendiri terhadap total asset pada Koperasi Simpan Pinjam Binaan AMF KabupatenIKota Lhokseumawe, dari hasil perhitungan rasio yang diperoleh yaitu > 0, artinya bahwa modal sendiri yang dimiliki oleh LKM Binaan tersebut mampu dalam mendukung pendanaan terhadap total asset. dengan skor yang diperoleh oleh masing-masing LKM ini adalah 10.0.
Berdasarkan analisa rasio modal sendiri terhadap pinjaman yang diberikan beresiko, kemampuan IXM Binaan AMF dalam menutupi resiko atas pemberian pinjaman yang tidak didukung dengan agunan dinilai mampu. Hal ini dilihat dari hasil perhitungan rasio yang diperoleh oleh masing- masing LK.M Binaan tersebut adalah > 0 (nol).
Dari hasil analisa rasio volume pinjaman kepada anggota terhadap volume pinjaman diberikan pada LKM Binaan AMF, dengan besarnya rasio yang diperoleh 2 60% dinilai baik, karena minimal pinjaman yang diberikan kepada anggota 60% dari pinjaman yang diberikan. Skor yang diperoleh adalah 10.0. kecuali pada LKM KSU. Monjaya dengan rasio yang diperoleh yaitu 22.10 < 60%.
Berdasarkan analisa rasio pinjaman bermasalah dengan pinjaman yang diberikan pada LKM Binaan tersebut yang kualitas pinjamannya dinilai baik yaitu Koperasi Peternakan Nusa Indah dengan rasio 40.2% < SO%, artinya semakin kecil pinjaman bermasalahnya (kurang lancar, diragukan dan macet) maka semakin baik kualitas pinjaman yang diberikan.
Berdasarkan analisa rasio cadangan resiko dengan .resiko pinjaman bermasalah, kemampuan LKM Binaan untuk menutupi resiko pinjaman bermasalah dinilai kurang baik, dikarenakan cadangan penghapusan resiko yang dihimpun sangat kecil atau bahkan sama sekali tidak memiliki cadangan penghapusan resiko, sehingga tidak mampu untuk menutupi resiko pinjaman bermasalah. Besarnya rasio masing-masing LKM Binaan tersebut yaitu 0%.
Berdasarkan analisa rasio SHU sebelum pajak terhadap pendapatan operasional pada LKM Binaan yang dinilai mampu dalam memperoleh SHU yaitu BQ. Surya Melati dengan rasio yang diperoleh 28.7%, BQ.Cut Meutia dengan rasio 36.72%, KOPPAS "Sepakat" rasio yang diperoleh 40.6%, dan KSU. Monjaya dengan rasio 23.6%, ha1 ini dikarenakan rasio yang diperoleh 2 5%.
Berdasarkan analisa rasio SHU sebelum pajak terhadap total asset pada LKM Binaan yang memperoleh rasio terendah yaitu BQ, Cut Meutia (0.6), Koperasi Peternakan Nusa Indah (-OS), KSU. Monjaya (0.02), dan Koperasi Angsana (-8.8), ini berarti bahwa LKM Binaan tersebut dinilaitidak memperoleh SHU atau rugi dikarenakan rasio yang diperoleh bernilai 0 (nol) atau negatif (-).
Berdasarkan analisa rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional pada LKM Binaan yang memperoleh skor 0 (nol) yaitu Koperasi Peternakan Nusa Indah dan Koperasi Angsana, ha1 ini dikarenakan besarnya beban operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan operasionalnya.
Berdasarkan analisa rasio pinjaman yang diberikan terhadap dana yang diterima pada LKM Binaan yang memperoleh skor terendah yaitu BQ. Surya Melati, Koperasi Angsana dan KSU. Monjaya dengan skor 0 (nol), dikarenakan rasio yang diperoleh oleh masing-masing LKM ini 2 90% yaitu 301.3%, 3799.4%, dan 148.9%, ini berarti pinjaman yang diberikan lebih besar dari dana yang diterima oleh KSP tersebut.

Saran
Dari hasil analisis dan perhitungan penulis dapat memberikan rekomendasi sebagai berikut:
LKM Binaan AMF dalam Penvakilan Kabupaten/Kota Lhokseumawe sebaiknya mengatur pengelolaan manajemennya lebih baik lagi untuk perkembangan di masa yang akan datang seperti menyempurnakan rencana kerja jangka pendek (tahunan) yang meliputi penghimpunan simpanan dan pemberian pinjaman, pendanaan, pendapatan dan biaya, serta personil. Menyempurnakan bagan organisasi yang memuat secara jelas garis wewenang dan tanggung jawab setiap unit kerja dan disiplin kerja. Menyempurnakan sistem dan prosedur tertulis mengenai pengendalian intern tentang pengamanan asset koperasi yang mencakup kas, harta tetap dan harta likuid lainnya.
Upaya yang mungkin bisa dilakukan adalah: Mengoptimalkan modal dan asset karena ha1 ini sangat berguna dalam penilaian kesehatan KSP/USP yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan modal sendiri terhadap total asset dan juga untuk menutupi bila terjadi resiko kemacetan pengembalian pinjaman karena tidak ada/kurang jaminannya (agunan). Apabila modal sendiri tidak cukup untuk menutupi kemacetan tersebut, maka akan sangat membahayakan kelangsungan hidup KSP/USP, karena tidak akan mampu membayar kewajibannya, baik untuk membayar simpanan maupun mengembalikan pinjaman.
Upaya lainnya mencakup menghimpun cadangan penghapusan resiko. Upaya ini dianggap perlu dilakukan oleh setiap KSP/USP untuk menutupi resiko pinjaman bermasalahnya, maka apabila semakin kecil persentase cadangan resiko yang dihimpun maka semakin tidak baik dan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup KSP/USP tersebut. Dan juga mencoba meminimalisirkan beban operasional KSP dan USP sertakleningkatkan SHU KSP dan USP.


DAFTAR RUJUKAN
Azis, M.Amin. 1990. Peluang Kewirausahaan dalam Koperasi. Jakarta: Pusat Pengembangan Agribisnis
Anonymous. 1992. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Sinar Grafika, Jakarta.
Anoraga, dan Widiyanti. 1997. Dinamika Koperasi. Edisi Baru. Jakarta: Rineka Cipta . 2003. Dinamika Koperasi. Jakarta: Aksara kerjasama dengan Rineka Cipta
Buku Laporan Hasil Audit Akuntan Publik. 1999. Kopkar PT. KKA (Persero) Lhokseumawe, KJA Udeep Saree, Banda Aceh.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Direktorat Pengendalian Simpan Pinjam. 1999. Petunjuk Teknis Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Dan Unit Simpan Pinjam. Jakarta.
Husnan, Suad. 1993. Pembe!anjaan Perusahaan (Dasar-dasar Manajemen Keuangan). Edisi ketiga. Yogyakarta: Liberty
Hanel, Alfred. 1995. Organisasi Koperasi, Pokokpokok Pemikiran Mengenai Organisasi Koperasi dan Kebijaksanaan.
Helfet, A.Erich. 1997. Teknik Analisa Keuangan. Terjemahan Herman Wibowo. Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga
Hilton, Ronald W. 1991. Managerial Accounting. Publisher: Mc Graw-Hill, Inc. Washington.
Hendrojogi. 2002. Koperasi Azas-azas, Teori dun Praktek. Edisi Revisi 2002. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Horne, -Van J. C., dan .I.M.Wachowicz 1997. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. Edisi kesembilan, diterjemahkan kedalam edisi Indonesia oleh Hem Sutojo. Jakarta: Salemba Empat
Ikatan Akuntan Indonesia. 1999. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
ltna Suwandi. 1992. Koperasi, Organisasi Ekonomi yang Benvatak Sosial. Jakarta: Baratha Karya Aksara


Nama   : Tanti Tri Setianingsih
NPM   : 27211023
Kelas   : 2EB09



No comments:

Post a Comment

Post a Comment